FRAMEWORK ACCOUNTING: MASIHKAH BERLAKU?

Aliamin -

Abstract


DEA merupakan kelanjutan dari sistem akuntansi tunggal (single entry accounting, SEA). Sesuai dengan namanya, SEA  hanya berorientasi pada pencatatan tunggal untuk satu akun (akun individu). Setelah berkembang pesatnya DEA, dan diberlakukan di semua bidang akuntansi (termasuk akuntansi pemerintahan yang selama ini sebahagian menerapkan akun individu) pada saat ini SEA tidak dibutuhkan lagi. Karena, formula SEA tidak mencerminkan informasi yang seimbang antara satu akun dengan akun lainnya. DEA mengetengah formula akuntansi dengan:

Asset = Liabilities + Owner Equities

Formula ini menjadi prinsip akuntansi yang berlaku umum yang dituangkan dalam GAAP (Generally Accepted Accounting Principle) Amerika Serikat (AS). Formula ini juga merupakan dasar di dalam pelaporan keuangan (financial reporting), salah satunya di dalam neraca (Balance Sheet). Neraca menggambarkan posisi keuangan (asset), kewajiban (liabilities), dan modal (equity). Formula ini pula yang dipakai, tidak hanya di AS, tetapi juga  di banyak negara di seluruh dunia.

Namun demikian, formula ini sepertinya menjadi sakral. Menurut para ahli, dalam teori akuntansi,  formula ini bisa berubah, tergantung pada sudut pandang dan informasi keuangan apa yang akan disajikan.

 

Kata Kunci: Framework Accounting, DEA, SEA


References


Hyon, Yong Ha, dan Park, Sae-Won, 1988, “A New Two-Dimensional Double-Entry Bookeeping System and Three-Dimensional Accounting”, Conference APIRA, Osaka Japan.

Ijiri, Yuji, 1986, “A Framwork for Triple-Entry Bookeeping”, The Accounting Review, Vol.61, No.4., October 1986.

Kam, Vernon, 1990, Accounting Theory, Jhon Wiley & Sons, Inc., New York.

Sen, Dilip K., dan Bala, Swapan K., 1999, “Triple Entry Accounting – An Extension of Double-Entry Bookeeping: A Brief Analysis”, Tribuvan University Journal, Vol.XXII, No.1 June.




DOI: https://doi.org/10.37598/jam.v4i1.288

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :