KECERDASAN EMOSIONAL SEBAGAI MODAL MERAIH KESUKSESAN

Ismiati -

Abstract


Dunia mengakui bahwa orang-orang yang secara intelektualnya cerdas (IQ tinggi) belum tentu berhasil baik dalam bisnis maupun dalam kemampuan beradaptasi dalam kehidupannya sehari-hari. Banyak bukti menunjukkan bahwa seorang professional yang memiliki EQ atau Emotional Quetient tinggi lebih mampu mengatasui konflik dan punya kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Orang yang mempunyai kecakapan emosional dapat mengetahui dan menangani perasaan mereka sendiri dengan baik, dan mampu membaca danmenghadapi perasaan orang lain dengan efektif, cenderung memiliki keuntungan dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam hubungan asmara, persahabatan atau dalam menangkap aturan-aturan tertulis yang menentukan keberhasilan dalam politik organisasi. Kreatif bukan hasil IQ semata, akan tetapi juga ditentukan oleh EQ yang tinggi. Kecerdasan emosional diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah dalam hidup ini dan sebagai dasar untuk menjadikan manusia dewasa yang bertanggung jawab, penuh perhatian, dan cinta kasih serta produktif. Daniel Goleman berpendapat bahwa kecerdasan emosional lebih berperan ketimbang IQ atau keahlian dalam menentukan siapa yang akan jadi bintang dalam suatu pekerjaan.

 

Kata kunci: kecerdasan emosional, kesuksesan.


References


Albin, R.S., Emosi, Bagaimana mengenali, menerima, dan mengarahkannya, (Yogyakarta: Kanisius, 1994).

Azwar, S., Psikologi Intelegensi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996)

Cooper, R.K., dan Sawaf, A., Executive EQ: Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan dan Organisasi, (Alih Bahasa Widodo), (Jakarta: Gramedia, 1998).

Goleman, (Alih Bahasa T. Hermaya), (Jakarta: Gramedia, 1999).

Goleman, Daniel, Working with Emotional Intellegence (terjemahan). (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2000).

Martani, W., Mengenali Emosi melalui Rangsangan Gambar dan Suara (Laporan Penelitian), (Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM, 1996).

Ngermanto, Agus, Quantum Quotient, Cara Praktis Melejitkan IQ, EQ, danSQ yang harmonis, (Bandung: Yayasan Nuansa Cendekia, 2002).

Patton, P., Emotional Intellegence di Tempat Kerja, (Alih BAhasa Dahlan), (Jakarta: Pustaka Delapratosa, 1998).

Shapiro, L., Mengajarkan Emotional Intellegence pada Anak, (Alih Bahasa Kanjono), (Jakarta: Buana Printing, 1997).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.