KEDUDUKAN SYARIAT ISLAM DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (NAD) DALAM SISTEM HUKUM NASIONAL

Mohammad Irham

Abstract


Pada era reformasi, Pemerintah Republik Indonesia  memberikan kembali kewenangan kepada Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (selanjutnya disebut NAD) untuk melaksanakan syariat Islam. Pemberian tersebut dikokohkan dengan payung hukum berupa UU RI Nomor 44 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Keistimewaan Aceh dan UU RI Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Sebagai Provinsi NAD.

Pemberian kewenangan dalam kedua peraturan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan langkah legalisasi (taqnin) syariat Islam yang hasilnya disebut qanun. Meskipun langkah legalisasi  syariat Islam masih diperdebatkan, baik dari kalangan pemikir muslim, maupun non-Muslim, namun tidak dapat disangkal bahwa legalisasi merupakan salah satu ciri periode modern perkembangan hukum Islam (fiqh). Pada periode inilah terjadi gerakan-gerakan baru di dunia Islam untuk menerapkan syariat sebagai ganti hukum positif, atau untuk menyelaraskan hukum positif agar sejalan dengan hukum syariat dengan mengadopsi berbagai pemikiran madzhab dalam bentuk legislasi.

 

References


‘Abd al-Hamid Mutawalli, al-Syar’iyah al-Islamiyyah ka Masdar Asasiyy li al-Dustur (Iskandariyyah: al-Ma’arif, 1990).

Abd al-Hamid Mutawalli, Azmah al-Fikr al-Islamy fi al-‘Asr al-Hadith (T.tp: al-Hay’ah al-Misriyyah al-Ammah li al-Kitab, 1985).

Abd al-Madjid Abd al-Hamid, Tarikh al-Fiqh al-Islami (Maghrib: Dar al-Afaq al-Jadidah, 1994).

Ahmad Hasan, The Early Development of Islamic Jurisprudence (Islamabad: Islamic Research Institute, 1994).

Ahmad Hasan, The Early Development of Islamic Jurisprudence (Islamabad: Islamic Research Institute, 1994).

Ahmad Muhammad Jamal, Qadaya Mu’asiroh fi Mahkamah al-Fikr al-Islami (Kairo: Dar al-Sahwah, 1986), Cet. II, hal. 33-35.

Ahmad Rofiq, Hukum Islam di Indonesia (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 1995).

Al Jarisyah, Ushul al-Syariyah Madmunuha wa Khasisuha, (Kairo: Dar Gharib, 1979), Cet. I. Munir Hamid al-Bayati, al-Dawlah al-Qanuniyyah Muqarranah (Baghdad al-Dar al-Arabiyyah, 1979).

Al Yasa Abubakar, “Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh (Sejarah dan Prospeknya),†dalam Safwan Idris (et.al.), Syariat di Wilayah Syariat (Banda Aceh: Dinas Syariat Islam dan YUA, 2002).

Analiansyah, “Benarkah Hukum Islam itu Kejam,?†Serambi Indonesia, 7 Oktober 2002.

Ann Elzhabeth Mayer, “The Shari’ah: A Metdhodology or a Body of Substantive Rules? Dalam, Nicholhas Heer (ed.), Islamic Law and Jurisprudence (Seattle University of Washington Press, 1990).

Dinas Syariat Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 10/2002 Tentang Peradilan Syariat Islam, (tt.tp).

Dinas Syariat Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 11/2002 Tentang Pelaksanaan Syariat Islam bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam, (tt.tp).

Dinas Syariat Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 12/2003 Tentang Larangan Minuman Khamar dan Sejenisnya, (tt.tp).

Dinas Syariat Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 13/2003 Tentang Maisir / Perjudian, (tt.tp).

Dinas Syariat Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 14/2003 Tentang Khalwat (Mesum), (tt.tp).

Hans Wehr, A Dictionary of Modern Writen Arabic, J. Milton Cowan (ed.), (Wesbaden: Otto Harrassowitz, 1971).

Hasan Ahmad al-Khatib, al-Fiqh al-Muqarran (Kairo: Dar al-Ta’lif, 1957).

Hasan Ahmad al-Khatib, al-Fiqh al-Muqarran (Kairo: Dar al-Ta’lif, 1957).

Idem. Family Law Reform in the Muslim World (New Delhi: the Indian Law Institute, 1972).

Iskandar Ibrahim “HaruskahIman dan Ibadah Dipublikasikan?†Serambi Indonesia, 27 Oktober 2002.

M. Atho’ Mudzhar, Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi (Yogyakarta: Tititan Ilahi Press, 1998).

Mahmud Saltut, al-Islam ‘Aqidah was Syari’ah (Kuwait: Dar al-Qalam, 1996).

Marshall G. S Hodgson, The Venture of Islam the Classical Age. Vol 1 (Chicago: The University of Chicago Press, 1974).

Muhammad al-Ghazali (et.al), Nizam Itsbatt al-Da’wa wa Adillatuh fi al-Fiqh al-Islami wa al-Qanun (Iskandariyyah: Dar al-Da’wah, 1996), Cet. I.

Muhammad al-Ghazali, Hadzha Dinuna (Damaskus: Dar al-Qalam, 1997), Cet. I.

Nur Ahmad Fadhil Lubis, A History of Islamic Law in Indonesia (Medan: IAIN Press, 2000).

Suara Indonesia Baru, 5 Mei 2003

Tahir Mahmood, Personal Law in Islamic Countries History, Text, and Comporative Analysis (New Delhi: The Academy of Law and Relligion, 1987).

Titin Zakiah, “Mengritisi Mahkamah Syariah di NAD,†Serambi Indonesia, 21 dan 22 Oktober 2002.

Daniel S. Lev, terj. Nirwono dan A.E. Priyono, Hukum dan Politik di Indonesia (Jakarta: LP3S, 1990).

Rifyal Ka’bah, Hukum Islam di Indonesia (Jakarta: Universitas Yarsi, 1999).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.