FILSAFAT IDEALISME DAN REALISME: SUATU PERSPEKTIF PENDIDIKAN

Saiful -

Abstract


Aliran filsafat Idealisme merupakan suatu aliran filsafat yang mengagungkan jiwa. Pertemuan antara jiwa dan cita melahirkan suatu angan-angan, yaitu dunia idea. Pokok pemikiran Idealisme ialah (1) menyakini adanya Tuhan sebagai ide tertinggi dari kejadian alam semesta ini. (2) Dunia adalah suatu totalitas, suatu kesatuan yang logis dan bersifat spiritual. (3) Kenyataan sejati ialah bersifat spiritual (4) Idealisme berpendapat bahwa manusia menganggap roh atau sukma lebih berharga dan lebih tinggi dari pada materi bagi kehidupan manusia. (5) Idealisme menganggap bahwa pengetahuan adalah sesuatu yang muncul dan terlahir dari kejadian di dalam jiwa manusia. (6) Menurut idealisme, tujuan pendidikan untuk menciptakan manusia yang berkepribadian mulia dan memiliki taraf kehidupan rohani yang lebih tinggi dan ideal serta memiliki rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Aliran filsafat realisme adalah suatu aliran filsafat yang memandang bahwa dunia materi sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Dunia ini mempunyai hakikat realitas terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani. Pokok pemikiran realisme yaitu (1) pengetahuan adalah gambaran atau kopi yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nyata. Hal ini tidak ubahnya seperti sebuah gambar hasil lensa kamera yang merupakan representasi dari gambar aslinya. (2) Suatu teori dianggap benar bila memang riil, dan secara subtantif ada, dan memang benar, bukan menyajikan fiksi. (3). Konsep filsafat menurut realisme adalah Metafisika-realisme, Humanologi-realisme; Epistemologi-realisme, Aksiologi-realisme. (4) Hakikat realitas adalah terdiri atas dunia fisik dan dunia rohani. (5) Pendidikan lebih dihargai dari pada pengajaran sebab pendidikan mengembangkan semua kemampuan manusia

 

Kata kunci: idealisme, realisme, dan pendidikan


References


Amsal Amri, Studi Filsafat Pendidikan. Banda Aceh: Yayasan Pena, 2009.

Amsal Bakhtiar, Filsafat Agama: Wisata Pemikiran dan Kepercayaan Manusia. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007.

Abd. Rachman Assegaf, Filsafat Pendidikan Islam: Paradigma Baru Pendidikan Hadhiri Berbasis Intergratif-Interkonektif). Jakarta: RajaGrasindo Persada, 2011.

Ahmad Tafsir. Filsafat Umum, Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Capra: Pengantar Kepala Filsafat Untuk Mahasiswa Perguruan Tinggi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.

Cahya Suryana, “Pendidikan Menurut Aliran Filsafat Idealisme dan Realisme: implikasinya Dalam Pendidikan Luar Sekolah, “ http://csuryana.wordpress.com /2009/04/23/ pendidikan-menurut-aliran-filsafat-idealisme-dan-realisme-implikasinya-dalam-pendidikan-luar-sekolah-pls/, diakses 22 September 2012.

Dick Hartoko, Kamus Populer Filsafat. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2002.

Endang Saifuddin Anshari, Wawasan Islam: Pokok-Pokok Pikiran Tentang Islam dan Umatnya. Jakarta: Rajawali, 1991.

http:sudrajat.wordpress.comatau2008atau11atau08atauidealisme-dalam-filsafat-pendidikan. diakses pada 22 September 2012.

George R. Knight, Filsafat Pendidikan. Alih Bahasa, Mahmud Arif. Yogyakarta: Gama Media, 2007.

Imam Barnadib. Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Mitra Gama Widya, 2002..

Nicholas Bunnin & Jiyuan Yu, The Blackwell Dictionary of Western Philosophy, Oxford: Blackwell Publishing, 2004.

Noeng Muhadjir, Filsafat Ilmu: Telaah Sistematis Fungsional Komparatif Yogyakarta: Rake Sarasin, 1998.

Nawa, 2011, dalam http://nawa.blogspot.com.

Power, Edward J. 1982. Philosophy of Education. New Jersey :

Printice Hall Inc. Englewood Cliffs., 1982.

Syadali, Ahmad dan Mudzakir, Filsafat Umum. Bandung; Pustaka Setia Admin, 1997.

Sadulloh, Uyoh. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung; Alfabeta, 2007.

Zainal Abidin, Filsafat Manusia: Memahami Manusia Melalui Filsafat. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.