FAKTOR PENYEBARAN KASUS FILARIASIS DI KABUPATEN ASAHAN

Usfiandinata Usalma, Asnawi Abdullah, Alma Aletta

Abstract


Latar Belakang: Filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Berdasarkan data profil Dinas Kesehatan Asahan Sumatera Utara kasus filariasis terbanyak pada tahun 2014 berjumlah 33 orang, tahun 2015 meningkat menjadi 36 orang, tahun 2016 sebanyak 38 orang, tahun 2017 sebanyak 40 orang dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 41 orang. Penyebabnya tidak memiliki akses air bersih, sanitasi memadai, dan perumahan ynag tidak layak huni. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan study case control yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2019 di Wilayah Kerja Puskesmas Dinas Kabupaten Asahan. Sampel dalam penelitian ini ada penderita filariasis sebanyak 41 orang (kelompok kasus) dan 41 orang yang tidak menderita filariasis (kelompok kontrol). Hasil: Hasil penelitian diketahui ada hubungan dengan tidak menggunakan kawat kassa (p-value 0.002), tidak menggunakan plafon rumah (p-value 0.001), kebiasaan melakukan pekerjaan pada malam hari (p-value 0.002), tidak menggunakan kelambu (p-value 0.001) dan tidak menggunakan obat anti nyamuk (p-value 0.0001) dengan penyebaran filariasis di Kabupaten Asahan. Saran: Kepada pihak Dinas Kesehatan Asahan perlunya sosialisasi terkait pencegahan dan pengobatan filariasis, begitu juga dengan masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumahnya dan melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Full Text:

PDF

References


Agustiantiningsih, D., Praktik Pencegahan Filariasis, Jurnal Kesehatan Masyarakat; 2013, Vol. 8, No. 2.

Chesnais, C. B., Awaca-Uvon, N. P., Vlaminck, J., Tambwe, J. P., Weil, G. J., Pion, S. D., Boussinesq, M., Risk Factors for Lymphatic Filariasis in Two Villages of the Democratic Republic of the Congo, Parasit Vectors; 2019, Vol. 12, No. 1, p.p. 162.

Dinas Kesehatan Asahan, Profil Kesehatan Kabupaten Asahan Sumatera Utara; 2018.

Ernawati, A. J. J. L. M. I. P., Pengembangan dan IPTEK, Faktor Risiko Penyakit Filariasis (Kaki Gajah); 2017, Vol. 13, No. 2, p.p. 105-114.

Juriastuti, P., Kartika, M., Djaja, I. M., Susanna, D., Faktor Risiko Kejadian Filariasis di Kelurahan Jati Sampurna, Makara Kesehatan; 2010, Vol. 14, No. 1, p.p. 31-6.

Kemenkes, RI., Profil Kesehatan Indonesia 2018, Jakarta; 2019.

Mallawarachchi, C. H., Nilmini, Chandrasena, T. G. A., Premaratna, R., Mallawarachchi, S., de Silva, N. R., Human Infection with Sub-Periodic Brugia Spp. in Gampaha District, Sri Lanka: A Threat to Filariasis Elimination Status?, Parasit Vectors; 2018, Vol. 11, No. 1, p.p. 68.

Masrizal, M., Penyakit Filariasis, Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas; 2012, Vol. 7, No. 1.

Nasrin, N., Faktor-faktor Lingkungan dan Perilaku yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Bangka Barat, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro; 2008.

Noerjoedianto, D. J. J. P. U. J. S. S., Dinamika Penularan dan Faktor Risiko Kejadian Filariasis di Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2014; 2016, Vol. 18, No. 1, p.p. 56-63.




DOI: https://doi.org/10.37598/jukema.v6i2.904

Refbacks

  • There are currently no refbacks.