KAPASITAS ORGANISASI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DAN HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR KOTA BEKASI, INDONESIA

Atrie Fitriah, Ede Surya Darmawan

Abstract


Latar belakang: Pusat Kesehatan Masyarakat Puskesmas adalah penyelenggara program kesehatan masyarakat termasuk deteksi dini dan pengendalian penyakit tidak menular. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara kapasitas organisasi Puskesmas dan kinerja program PTM (pencapaian SPM). Metode: penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penampang silang. Uji korelasi Spearman dan multivarian dengan Partial least Square. Data penelitian adalah data primer dan mata pelajaran yang dipelajari adalah 31 Puskesmas di kota Bekasi. Hasil: hasil uji korelasi untuk variabel sumber daya Puskesmas menunjukkan bahwa dana dan sumber daya manusia tidak terkait dengan kinerja program PTM (p > 0,05 dan koefisien korelasi atau r = 0,00 – 0,25). Sementara fasilitas infrastruktur terkait dengan kinerja program PTM (p < 0,05 dan r = 0,26-0,50). Dalam manajemen Puskesmas variabel P1 (Perencanaan) tidak menunjukkan berkorelasi dengan kinerja program PTM (p > 0,05 dan r = 0,00-0,25). Sementara P2 (aktivitas implementasi) dan P3 (pengawasan, pengendalian dan penilaian) secara signifikan berkorelasi dengan kinerja program PTM (p < 0,05 dan r = 0,26-0,50). Hasil analisis PLS, diketahui bahwa sumber daya dan pengelolaan Puskesmas terkait dengan kinerja program PTM, hubungan ini hanya menjelaskan sekitar 5,89% (R = 0,0589). Kesimpulan: Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan pencegahan dan pengendalian PTM dengan membuat SPM sebagai indikator kinerja program PTM. Sinergisme dana Puskesmas dalam pembiayaan kesehatan menjadikan UKM sebagai upaya mendukung pengembangan kesehatan. Saran dari penelitian ini adalah untuk membuat program PTM sebagai program prioritas untuk meningkatkan kinerja dan membuat SPM sebagai instrumen untuk pelaksanaan kinerja berbasis penganggaran.


Full Text:

PDF

References


WHO., Global Status Report on Noncommunicable Diseases 2014; 2014, http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/148114/1/9789241564854_eng.pdf?ua=1, Accessed January 12, 2018.

Darmawan, E. S., Sjaaf, A. C., Administrasi Kesehatan Masyarakat, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada; 2016.

PAHO., Public Health Capacity in Latin America and the Caribbean: Assessment and Strengthening, PAHO HQ Libr Catalaoguing; 2007, http://www.who.int/management/publichealthcapacity.pdf. Accessed February 26, 2018.

Dinkes Kota Bekasi, Profil Kesehatan Kota Bekasi Tahun 2016, Bekasi; 2016.

Kementerian Kesehatan RI., Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, Jakarta; 2016.

Azwar, A. Pengantar Administrasi Kesehatan Edisi Ketiga, Jakarta: Binarupa Aksara; 1996.

Sulaeman, E. S., Manajemen Kesehatan Teori dan Praktik di Puskesmas, Gadjah Mada University Press; 2011.

Setiawan, E., Kamus Besar Bahasa Indonesia Offline 1. 5. www.google.com; 2013.

Wibowo, Manajemen Kinerja, Jakarta: Raja Grafindo Persada; 2013.

Kementerian Kesehatan RI., Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan; 2016.

Brown, L., Lafond, A., Macintyre, K., Measuring Capacity Building, Carolina Population Center - University of North Carolina at Chapel Hill; 2001, www.cpc.unc.edu/measure. Accessed February 26, 2018.

Muqorrobin, Bagus, A., Capacity Building Instansi Puskesmas Dalam Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Jagir Kota Surabaya, Kebijak dan Manaj Publik; 2015, vol. 3, no. 2.

Kementerian Kesehatan RI., Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Jakarta; 2014.

Rifa’i1, M., Madjid, U., Ismunarta, Implementasi Kebijakan Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Puskesmas Garawangi Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat, J Polit Pemerintah; 2016, vol. 9, no. 1, p.p. 25 – 43.

Khozin, M., Evaluasi Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten Gunungkidul, J Stud Pemerintah; 2010, vol. 1, no. 1.

Maryanti, A. H., Hardianto, D., Penganggaran Menggunakan RASK dan Pembiayaan Kesehatan, In: Perencanaan dan Penganggaran Untuk Investasi Kesehatan di Tingkat Kabupaten dan Kota; 2006. p.p. 79-124.

Hasan, A. G., Adisasmito, W. B. B., Analisis Kebijakan Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN pada FKTP Puskesmas di Kabupaten Bogor Tahun 2016, Kebijak Kesehat Indones; 2017, vol. 6, p.p. 127-137.

Laeliyah, S. N., Nadjib, M., Hubungan Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan Peningkatan Cakupan Kunjungan Antenatal K4 di Puskesmas Kota Serang Tahun 2014-2016, J Kebijak Kesehat Indones; 2017, vol. 6, no. 3, p.p. 115-126.

Dodo, D. O., Monitoring Pelaksanaan Kebijakan Bantuan Operasional Kesehatan di Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan, J Kebijak Kesehat Indones; 2014, vol. 03, no. 2), p.p. 82-96.

Fort, A. L., Voltero, L., Factors Affecting the Performance of Maternal Health Care Providers in Armenia, Hum Resour Health; 2004, vol. 2, no. 1, p.p. 8, doi:10.1186/1478-4491-2-8.

Prasastin, O. V., Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Petugas Surveilans Epidemiologi Penyakit Malaria Tingkat Puskesmas di Kabupaten Kebumen Tahun 2012, Unnes J Public Heal; 2013, vol. 2, no. 4, doi:10.15294/UJPH.V2I4.3061.

Kementerian Kesehatan RI, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 128 Tahun 2004 Tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat; 2004.

Rachmawati, A. M., Capacity Building Organisasi dalam Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Pucang Sewu Kota Surabaya. Kebijak dan Manaj publik; 2017, vol. 5, no. 1, http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-kmp462dd7af30full.pdf. Accessed February 24, 2018.

Kiting, R. P., Ilmi, B., Arifin, S., Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular, J Berk Kesehat; 2017, vol. 1, no. 2, p.p. 106-114. http://ppjp.unlam.ac.id/journal/index.php/berkala-kesehatan/article/view/3149. Accessed February 8, 2018.




DOI: https://doi.org/10.37598/jukema.v5i2.740

Refbacks

  • There are currently no refbacks.