Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien di Puskesmas Banda Aceh setelah Berlakunya Kebijakan 144

Sitti Sarah, Asnawi Abdullah, Aulina Adamy

Abstract


Latar Belakang: Pelayanan kesehatan pada kebijakan 144 (diagnosis penyakit) era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama di puskesmas. Implementasi kebijakan 144 berimplikasi pada peningkatan jumlah kunjungan pasien ke puskesmas yang akan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Kota Banda Aceh setelah dan sebelum berlakunya kebijakan 144 (diagnosis penyakit). Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang menerima pelayanan kesehatan pada saat penelitian. Sampel diambil dengan tehnik purposive sampling sebanyak 121 orang di Puskesmas Baiturrahman dan 25 orang di Puskesmas Lampaseh. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon matched-pairs signed-rank test dan uji Wilcoxon rank-sum test. Hasil: Terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien sebelum berlakunya kebijakan 144 dengan setelah berlakunya kebijakan 144 di Puskesmas Baiturrahman dan Lampaseh pada dimensi kehandalan (p-value 0,0001), dan secara keseluruhan (p-value 0,0009). Selanjutnya terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien antara Puskesmas Baiturrahman dengan Puskesmas Lampaseh setelah berlakunya kebijakan 144 pada setiap dimensi: penampilan fisik (p-value 0,0001), kehandalan (p-value 0,0001), ketanggapan (p-value 0,012), jaminan (p-value 0,002), dan empati (p-value 0,0001). Saran: Puskesmas diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pasien secara keseluruhan terutama meliputi kenyamanan ruang pemeriksaan, pemberian informasi kepada pasien, kelengkapan alat-alat kesehatan dan obat-obatan serta memberikan pelayanan yang cepat dan tidak berbelit-belit.

Full Text:

PDF

References


Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Paduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, Jakarta: KementerianKesehatan Republik Indonesia 2014.

Hamja Y. Analisis kualitas pelayanan kepuasan dan citra terhadap Loyalitas pasien pada Rumah Sakit Syarif Hidayatullah Jakarta: studi kasus mahasiswa UIN Jakarta pasien rawat jalan poli umum Tesis, Jakarta. 2015.

Thabrany H. Jaminan Kesehatan Nasional. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada; 2014.

Humas. Pahami Lebih Dalam tentang Sistem Rujukan Berjenjang dan Pola Pembayaran BPJS Kesehatan ke Faskes [Internet. Grup Komhal. 2015.

Hatmoko. Sistem Pelayanan Kesehatan dasar Puskesmas. [cited 2016 26 Januari]. 2006. Tersedia dari : http://freewbtown.com/cakmoki/library/doc/monki-yankispread.pdf.].

Nabbuye-Sekandi J, Makumbi F.E, Kasangaki A, Kizza I.B, Tugumisirize J, Nshimye E, et al. Patient satisfaction with services in outpatient clinics at Mulago hospital, Uganda, Int J Qual Health Care. 2011;23(5), 516-23.

Pujihastuti A. Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Askeskin, Askes PNS, Umum Pada Pelayanan Loket Pendaftaran Rawat Jalan di RSUD Kabupaten Karanganyar Tesis, Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2009.

Parasuraman e.a. A Multiple Item Scale for Measuring Consumer perceptions of Service Quality, Journal of Retailing, 1988; Vol. 64.

Lwanga, S. & Lemeshow, S. Sample Size Determination in Health Studies, Jenewa: WHO; 1997.

Naidu, A. Factors Affecting Patient Satisfaction and Healthcare Quality. IJHCQA, 22(4), pp.366–377; 2009.

Kotler P. Marketing Management. New Jersey: Prentice Hall Int’l; 2003.

Gonzales. Culture, Disease and Healing, Edited by David Landy, Mac Millan. Newyork: Co Inc;1999.

Supranto J. Pengukuran Tingkat kepuasan untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 2011.




DOI: https://doi.org/10.37598/jukema.v3i1.619

Refbacks

  • There are currently no refbacks.