LSM dan Manajemen Fundraising (Suatu Kajian LIteratur)

Surna Lastri

Abstract


LSM adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan memperoleh keuntungan. LSM memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan organisasi bisnis, perbedaan utama dan mendasar terletak pada cara LSM memperoleh sumber dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan berbagai aktivitasnya. LSM memperoleh sumber dana dari sumbangan para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali, pengembalian manfaat ekonomi yang sebanding, atau imbalan apa pun dari organisasi tersebut. Tidak jauh berbeda dengan sebuah perusahaan, LSM pun juga memerlukan dana untuk menggerakkan lembaga yang dikelolanya. Dana itu bisa berasal dari donatur perorangan, perusahaan, lembaga sosial, pemerintah, maupun dari penghasilan yang didapat atas penjualan barang atau jasa
Dalam kegiatan menghimpun dana LSM dikenal dengan istilah fundraising. Fundraising adalah usaha untuk mengumpulkan dana dari berbagai sumber yang ada, baik itu dari luar maupun dari dalam. Makanya fundraising merupakan tulang punggung sebuah organisasi LSM.Namun banyak bukti mengidentifikasikan bahwa sebagian besar LSM sekarang belum maksimal dalam melakukan fundraising sehingga berdampak pada kurangnya ketersediaan dana dalam membiayai aktivitas program dan operasional organisasi. Maka untuk itu diperlukan suatu usaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal, fundraising membutuhkan strategi dan pendekatan yang tepat dalam pelaksanaannya.

References


Lembaga Swadaya Masyarakat. Melalui [3/9/2012]

Alamin, Tanjil. 2010. Defenisi LSM. Melalui [05/2010]

Aprilianto, Chatur Lukito, 2011. Akuntansi Pertanggungjawaban

Anwar, Yesmil. 2008. Mau Kemana LSM Kita.(Online). Melalui (http://www.konsillsm.or.id., diakses 18/12/ 2008)

Assadi, Husain; Arya Hadi Dharmawan; Soeryo Adiwibowo. 2009. Independensi LSM ditengah Kepentingan Donor.(Online. jurnalsodality.ipb.ac.id.

Basri, Hasan; Nabiha, Siti, A.K. 2010. Views onthe Issue of Accountability in Non-Profit Organizations.Malaysian Management JournalVol. 14

Bastian, Indra. 2007. Akuntansi untuk LSM dan Partai Politik.. Jakarta: Erlangga

ChildHelplines International. How To Fund Your Child Helpline. www.childhelplineinternational.org

Dhuafa, Dompet Yogya. 2011.Strategi Fundraising Zakat. (http://www.ddjogja.org/artikel/fundrising/145-strategi-fundraising-zakat html., diakses 30/11/11).

Doyle, Nina. 2010. Organisasi yang Sehat dan Dapat di Percaya. Buklet 1 dari 11 seri Pengerahan Sumber Daya.

Fakih, M. 2000. Masyarakat Sipil untuk Transformasi Sosial: Pergolakan Ideologi LSM Indonesia. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Hery. 2009. Teori Akuntansi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Hikam, Muhammad As. 1999. Demokrasi dan Civil Society.Edisi ke-2. Jakarta: LP3ES.

Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 8. 1990. Pembinaan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Juwaini, Ahmad. 2005. Panduan Direct Mail Untuk Fundraising. Jakarta: Piramedia.

Mango. 2006. Course Handbook, Practical Financial Management for NGOs. Produced by Terry Lewis for Management Accounting for Non-governmental Organisations

Paige, McLeod; Patricia Leon; Pedro Esquivias. 2006. Integrated Financial Plan dari The Nature Conservacy. Jakarta: Piramedia.

Norton, Michael. 2002. Menggalang Dana. (Terj: Masri Maris). Jakarta: Yayasan Obor Indonesi.

Penabulu, Yayasan. 2011. Manajemen arus Kas Organisasi Nirlaba. Toward Tranparency & Accountability of public sector finance. Jakarta.

________. 2012. Pelatihan Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan PSAK 45 berdasarkan SAK ETAP. (http://www.penabulu.or.id., diakses 02/07/2012).

Praja, Ageng Nata. 2009.Distorsi Peran Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Perspektif Civil Society di Kabupaten Grobogan.Semarang: Program Pasca Sarjana.

Purnomo, Bangkit Wahyu. 2009. Peran LSM Dalam Demokrasi di Indonesia, melalui http://lbkbrktkoordkps.blogspot.com [13/04/2009]

Putra, Hikmawan S. 2012. LSM dan Pertanggungjawabannya di Indonesia: Tantangan Baru Demokratisasi Bangsa. (http://hikmawansp.wordpress.com,. Diakses 2012/07/11).

Saidi, Zaim; Abidin Hamid. 2004. Menjadi bangsa Pemurah. Jakarta: PIRAC dan Ford Foundation.

Saidi, Zaim. 2011.Lima Persoalan Mendasar dan Akuntabilitas LSM. Melalui (www.keuanganlsm.com,. Diakses 14/04/2011)

Santosa, Budi. 2011. “Fundraising-is-not-begging”. (http://penabulu.org., diakses 20/02/12).

Setiawan IB. tanpa tahun.Teknik Perencanaan Program Fundraising. (http://www.slideshare.net., diakses 29/11/11).

Setiawan, Herry. tanpa tahun. Pengantar membership fundraising. (http://penabulu.org/article., diakses 20/12/11).

Setyono, Budi. 2003. Pengawasan Pemilu oleh LSM.

Sukma, Devani. 2012. Penentuan Bantuan Dana dari Sudut Pandang Donor.(http://keuanganlsm.com/article/penggalangan dana., diakses 02/11/2012).

Suparman, IA.2009. Manajemen Fundraising dalam Penghimpunan Harta Wakaf (www.bwi.or.id., diakses 20/12/11).

Susanti, Dina. 2007. Yang Perlu Dilakukan Untuk Sukses Dalam penggalangan Dana. Buletin Voluntary World,Vol 8.

Uhlin, 1997. Oposisi Berserak, Arus Deras Demokratisasi Gelombang Ketiga di Indonesia. Bandung: Mizan

Undang-Undang Nomor 28. 2004.Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan.

Widjajanti, Darwina. 2009. Rencana Strategi Fundraising. Jakarta: Pirac.

Yayasan Tifa. 2004. Mengukur Transparansi dan Akuntabilitas LSM. (http://konsillsm.or.id/ TANGO.pdf[ 25/02/2011]

Yusuf, Khalid; Syahiru. 2008.Sejarah dan Perkembangan Fundraising.




DOI: https://doi.org/10.37598/jam.v4i2.388

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :